trem@ui.ac.id +6221 7867 222
trem@ui.ac.id +6221 7867 222

Workshop Pemeringkatan Internasional QS WUR, QS Asia, QS GER, dan THE WUR

Bogor – Pada tanggal 24-25 November 2021, Universitas Indonesia (UI) mengadakan Workshop Pemeringkatan Internasional QS WUR, QS Asia, QS GER, dan THE WUR yang diselenggarakan di Swiss-bel Hotel, Bogor.

Workshop dibuka oleh Prof. Dr. rer. nat Abdul Haris selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dengan menyatakan bahwa dibutuhkannya strategi untuk pemeringkatan internasional kedepannya yang mencakup QS dan THE.

Workshop hari pertama terbagi menjadi tiga agenda utama. Agenda pertama yaitu pemaparan umum peringkat UI pada QS World University Ranking, QS Graduate Employability Ranking dan THE World University Ranking. Agenda pertama dipaparkan oleh Vishnu Juwono, S.E., M.I.A, PhD selaku Kepala Biro TREM. Agenda kedua yaitu rapat bersama konsultasi bersama Konsultan QS, Mr. Kesh Patel dan Mr. David Reggio. Agenda ketiga yaitu, pemaparan hasil analisis berbagai pemeringkatan.

 

Pembahasan QS Asia Ranking Bersama Mr. Kesh Patel

  • Performance UI mengalami kenaikan baik dari tahun sebelumnya, yaitu ke peringkat 59 ke 56. Namun, citation per paper mengalami penurunan. Apabila dibandingkan dengan universitas di Asia Tenggara lainnya, Nilai Academic Reputation UI berada di bawah NUS, NTU, UMalaya.
  • Untuk meningkatkan citation per paper, maka dibutuhkan peningkatan kolaborasi (networking) dengan peneliti internasional sehingga lebih mengenal riset yang dihasilkan oleh UI.
  • Diketahui bahwa UI menempati peringkat lebih tinggi daripada UGM pada QS Asia meskipun UGM lebih tinggi pada QS WUR. Hal ini dikarenakan Employer Reputation UI lebih tinggi daripada UGM serta persentase ER (20%) di QS Asia lebih besar daripada ER (10%) QS WUR.
  • Diketahui bahwa Paper per Faculty UI mengalami peningkatkan tetapi CItations per Paper tetap mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan hasil riset yang dihasilkan belum tentu sejalan dengan sitasi. Selain itu, peningkatan hasil riset juga dialami oleh institusi lainnya sehingga bukan berarti sitasi akan mengalami peningkatan apabila hasil riset mengalami peningkatan.
  • Terkait dengan self citation yang tidak dinilai oleh QS adalah self citation di tingkat universitas, seperti saling menyitasi sesama UI. Namun terkadang self citation juga dibutuhkan untuk meningkatkan networking dan visibility dari riset yang dihasilkan.
  • Meningkatkan sitasi harus berfokus kepada kegiatan promosi (marketing) sehingga riset yang dihasilkan dapat diketahui oleh international academic peers.

 

Pembahasan UI Roadmap 2022 Bersama Mr. David Reggio

  • Publikasi bukanlah self promote, sedangkan untuk meningkatkan sitasi dibutuhkan self promote untuk mempromosikan hasil riset yang telah dilakukan guna meningkatkan kolaborasi internasional. Lebih lanjut, promosi bukan hanya merupakan collaboration tetapi engagement yang dapat berupa seminar atau showcasing hasil riset melalui sosial media (Linkedin, Twitter).
  • UI juga harus mempromosikan lulusan (Alumni) di website utama maupun Fakultas.

Workshop hari pertama ditutup oleh Vishnu Juwono, S.E., M.I.A, PhD selaku Kepala Biro TREM yang diharapkan agar pemeringkatan QS WUR dapat berjalan dengan baik.

Workshop hari kedua dibuka oleh Vishnu Juwono, S.E., M.I.A, PhD selaku Kepala Biro TREM terkait dengan pemaparan pemeringkatan US News Rankings, dan dilanjutkan oleh Tim dari Sub-bagian Pengelolaan Peringkat Universitas terkait pengisian borang QS WUR, QS Asia, QS GER, dan THE WUR.

Workshop hari kedua ditutup oleh drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K) selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi yang diharapkan agar pemeringkatan QS WUR, QS Asia, QS GER, dan THE WUR dapat berjalan dengan baik.

Leave a Reply

Terjemahkan »